TOWR: Buyback Rp500 Miliar Setara 2% Modal Disetor - Menjaga Valuasi di Pasar Bergejolak

nadinugraha

nadinugraha

19 Okt 2026

TOWR

📌 Ringkasan:

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), emiten menara telekomunikasi Grup Djarum, menjalankan pembelian kembali saham dengan dana maksimal Rp500 miliar untuk periode 30 September hingga 30 Desember 2026. Perseroan menargetkan pembelian maksimal 2% dari modal ditempatkan dan disetor atau setara 1.183.151.916 saham. Anggaran tersebut merupakan dana khusus pembelian saham dan belum termasuk biaya transaksi serta komisi perantara.

Pelaksanaan buyback mengacu pada Surat OJK No. S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026 mengenai kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan dan POJK No. 13/2023, sehingga tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. Perseroan menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana untuk pembelian saham di pasar bursa.

📊 Sentimen: MODERAT POSITIF

Buyback tanpa RUPS memberi fleksibilitas pengelolaan modal sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap nilai wajar saham saat pasar bergejolak. Bisnis menara memiliki pendapatan berulang yang relatif stabil, sehingga mampu menjadi penopang di tengah koreksi. Sentimen tetap moderat karena aksi ini bersifat stabilisasi harga dan tidak mengubah struktur pertumbuhan pendapatan perseroan.

✅ Highlights:

• Alokasi buyback maksimal Rp500 miliar periode 30 September sampai 30 Desember 2026.

• Target pembelian maksimal 2% modal ditempatkan dan disetor atau 1.183.151.916 saham.

• Pelaksanaan tanpa persetujuan RUPS berdasarkan Surat OJK No. S-112/D.04/2026 dan POJK No. 13/2023.

• PT BCA Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana pembelian saham.

• Dana buyback bersumber dari kas perseroan dan terpisah dari biaya transaksi.

⚠️ Risiko:

• Realisasi buyback dapat di bawah target bila likuiditas saham menipis atau harga bergerak tidak sesuai asumsi.

• Pertumbuhan industri menara melambat seiring siklus belanja modal operator telekomunikasi.

• Beban bunga dan struktur utang perseroan sensitif terhadap pergerakan suku bunga.

• Koreksi pasar yang dipicu sentimen indeks global berpotensi menekan harga saham di luar kendali buyback.

• Porsi buyback yang hanya 2% modal disetor membatasi dampak terhadap harga saham.

📰 Sumber: Warta Ekonomi, 30 September 2026, Pasar Bergejolak, TOWR Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham; IDX Channel, 14 Oktober 2026, TOWR Laksanakan Buyback Saham Rp500 Miliar Tanpa RUPS; Ajaib, 7 Oktober 2026, Jadwal Dividen, Rights Issue, dan Buyback Oktober 2026