ADMR: Transformasi Smelter Aluminium, Pendapatan Diproyeksi Dobel
nadinugraha
15 Jun 2026
📌 Ringkasan:
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) sedang menjalani transformasi paling ambisius dalam sejarahnya: dari penambang batu bara metalurgi menjadi produsen aluminium terintegrasi. Smelter aluminium Kalimantan melalui anak usaha PT KAI kini mendekati kapasitas optimal 500.000 ton per tahun, dengan kontribusi finansial mulai terlihat di Q4 2026. Proyeksi pendapatan melonjak dari Rp16,03 triliun (2025) menjadi Rp31,78 triliun (2026) dan Rp43,33 triliun (2027). Di tengah momentum ini, dividen juga sudah di depan mata dengan ex-date yang semakin dekat.
📊 Sentimen: POSITIF AGRESIF
Transformasi bisnis dari pertambangan ke hilirisasi aluminium adalah game changer yang sejalan dengan kebijakan nasional. Proyeksi pendapatan yang nyaris dobel dalam setahun bukan sekadar narasi — kapasitas smelter sudah mendekati tahap produksi optimal. Risiko utama: volatilitas harga aluminium global dan eksekusi proyek yang kompleks.
✅ Highlights:
• Smelter aluminium mendekati kapasitas optimal 500.000 ton/tahun pada September-Oktober 2026
• Proyeksi pendapatan: Rp31,78T (2026) → Rp43,33T (2027), naik ~100% dari Rp16T (2025)
• Sejalan dengan kebijakan hilirisasi nasional — regulatory tailwind yang kuat
• Fundamental solid sebagai penambang batu bara metalurgi memberi fondasi pendanaan transisi
• Analis merekomendasikan accumulative buy, support Rp1.450, resistance Rp1.670
⚠️ Risiko:
• Harga aluminium global (~US$2.700/ton) sangat fluktuatif — bisa menggerus margin secara tiba-tiba
• Capex besar untuk smelter berpotensi menekan arus kas jangka pendek
• Ketergantungan ekspor membuat ADMR rentan terhadap kebijakan perdagangan global
• Sebagai saham cyclical, sentimen komoditas bisa berubah cepat
📰 Sumber:
Ajaib 8 Des 2025 - Prospek Saham ADMR Melesat Berkat Proyek Smelter Aluminium; Maybank Trade 2026 - ADMR Jadi Saham Menarik 2026; KabarBursa 2026 - Ex Date Dividen ADMR Semakin Dekat, Yield 2,5 Persen; StockSetup Kontan 2026 - Saham ADMR Melejit Awal 2026, Target Harga Sentuh Rp2.170