BRMS Punya Katalis Laba dari Ekspansi Pabrik dan Harga Emas Tinggi
nadinugraha
6 Apr 2026
📌 Ringkasan:
BRMS layak dilirik sebagai kandidat bullish karena ditopang dua mesin sekaligus: harga emas yang masih kuat dan ekspansi kapasitas produksi. Cerita investasinya makin menarik karena pasar mulai menilai 2026 sebagai tahun transisi menuju skala produksi yang lebih besar. Meski ada tekanan jangka pendek dari aktivitas pushback dan konstruksi, arah besarnya tetap positif selama harga emas bertahan tinggi.
📊 Sentimen: Bullish
✅ Highlights:
- Proyeksi laba 2026 diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp1,6 triliun atau naik tajam yoy.
- Ekspansi CIL Plant 1 dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari menjadi katalis penting menuju akhir 2026.
- Pabrik emas kedua di Poboya sudah beroperasi di kisaran 4.500 ton per hari sejak pertengahan 2025.
- Harga emas yang tinggi dan peluang penggalian bijih berkadar lebih tinggi berpotensi menekan cash cost dan memperlebar margin.
⚠️ Risiko:
- Produksi jangka pendek masih bisa terganggu proses konstruksi dan pushback.
- Cuaca ekstrem berpotensi menghambat operasional tambang terbuka.
- Jika harga emas berbalik turun tajam, momentum bullish dapat cepat melemah.
📰 Sumber:
Bisnis 28 Mar 2026 — Laba BRMS Diramal Tembus Rp1,6 Triliun di 2026, Intip Target Harga Sahamnya; Kontan 23 Mar 2026 — Bumi Resources Minerals (BRMS) Berpeluang Kembali Raih Kinerja Positif pada 2026; Kontan 10 Mar 2026 — Laba Bumi Resources Minerals (BRMS) Diproyeksi Meningkat, Simak Rekomendasi Sahamnya