HMSP: Laba Semester I Meledak 97% - Rekomendasi Beli Target Rp1.050 Masih Terbuka

nadinugraha

nadinugraha

24 Agu 2026

HMSP

📌 Ringkasan:

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan lonjakan kinerja tajam pada semester I-2026 dengan laba bersih Rp4,2 triliun, melonjak 97,1% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pendapatan tercatat Rp56,5 triliun dengan pangsa pasar rokok yang dipertahankan di level 29,6%.

Riset PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) yang dirilis awal Agustus mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp1.050 per saham, setara potensi kenaikan sekitar 39-43% dari kisaran harga saat ini di Rp755. Penilaian tersebut menggunakan P/E 15 kali terhadap proyeksi laba 2026, sejalan dengan rata-rata lima tahun perseroan. Penguatan penindakan rokok ilegal menjadi faktor tambahan yang dipercaya memulihkan iklim industri.

📊 Sentimen: POSITIF

Fondasi katalis HMSP berasal dari perbaikan fundamental riil, bukan sekadar rumor: laba yang nyaris berlipat ganda, normalisasi biaya setelah tahun basis yang tertekan, serta pengawasan rokok ilegal yang mengurangi persaingan tidak sehat. Valuasi yang masih di bawah target riset broker memberi ruang apresiasi, meskipun kecepatannya akan bergantung pada keberlanjutan tren volume penjualan.

Highlights:

• Laba bersih semester I-2026 Rp4,2 triliun, tumbuh 97,1% YoY

• Pendapatan Rp56,5 triliun dengan pangsa pasar dipertahankan 29,6%

• IPOT: rekomendasi beli, target Rp1.050 (P/E 15x proyeksi laba 2026)

• Penindakan rokok ilegal memulihkan iklim persaingan industri

• Laba 2026 berpotensi menembus Rp9,2 triliun menurut proyeksi pasar

⚠️ Risiko:

• Volume industri rokok riil masih dalam tren penurunan jangka panjang

• Kebijakan cukai dan regulasi tembakau menjadi risiko regulasi permanen

• Kenaikan laba bertumpu pada normalisasi biaya yang belum tentu berulang di semester II

• Risiko tuntutan hukum dan tekanan reputasi industri tembakau

• Harga sudah menguat dari kisaran Rp660 awal Juli sehingga rentan aksi ambil untung

📰 Sumber: Bisnis.com, 3 Agustus 2026, penjualan rokok Sampoerna diprediksi naik, target Rp1.050; Investortrust, Agustus 2026, laba semester I Rp4,2 triliun pangsa pasar 29,6%; Kontan, Juli 2026, laba Sampoerna diproyeksikan Rp2,3 triliun di kuartal II