BRMS Diuntungkan Ekspansi Produksi dan Harga Emas yang Masih Tinggi
nadinugraha
20 Apr 2026
📌 Ringkasan:
BRMS masih menarik dicermati karena kombinasi dua katalis utama, yaitu ekspansi kapasitas pabrik pengolahan emas dan prospek harga emas global yang tetap tinggi. Dengan CIL Plant 1 yang ditargetkan naik dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari pada akhir 2026, pasar mulai membaca ruang pertumbuhan laba yang lebih besar setelah fase konstruksi lewat.
📊 Sentimen: Bullish moderat
✅ Highlights:
- Proyeksi laba 2026 disebut berpotensi naik tajam seiring kenaikan kapasitas produksi dan asumsi harga emas yang lebih tinggi.
- CIL Plant 2 sudah beroperasi di kisaran 4.500 ton per hari, sehingga membantu menopang produksi saat ekspansi berjalan.
- Reli emas global memperlebar margin produsen emas domestik, termasuk BRMS.
- Narasi sektor emas masih kuat karena fungsi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
⚠️ Risiko:
- Produksi jangka pendek bisa terganggu selama proses peningkatan kapasitas dan aktivitas overburden.
- Ketergantungan pada harga emas global membuat sentimen mudah berubah bila harga komoditas berbalik turun.
- Eksekusi proyek ekspansi yang molor bisa menunda realisasi pertumbuhan laba.
📰 Sumber:
Bisnis 28 Mar 2026 — Laba BRMS Diramal Tembus Rp1,6 Triliun di 2026, Intip Target Harga Sahamnya; Bisnis 8 Apr 2026 — Emiten Emas HRTA hingga BRMS Tampung Berkah Reli Harga Logam Mulia