AADI: Rampungkan Divestasi Kestrel Rp14,5 Triliun - Ekspansi Domestik dan Dividen Jadi Katalis

nadinugraha

nadinugraha

19 Okt 2026

AADI

📌 Ringkasan:

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) merampungkan divestasi seluruh kepemilikan pada Kestrel Coal Group Pty Ltd kepada Yancoal Australia Limited pada 1 Oktober 2026 waktu Melbourne. Melalui anak usaha Adaro Capital Limited, perseroan mengalihkan 720.385.220 saham biasa atau setara 47,99% kepemilikan beserta seluruh waran yang melekat, sehingga Yancoal kini menguasai 100% Kestrel. Nilai transaksi mencapai sekitar US$814 juta atau berkisar Rp14,5 triliun, dengan dana bersih sekitar US$700 juta setelah penyesuaian Sale and Purchase Agreement dan pajak.

Manajemen menyatakan hasil divestasi akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis grup di Indonesia, pembayaran dividen, serta memperkuat struktur permodalan melalui pelunasan sebagian pinjaman grup. Langkah ini bertepatan dengan reli batu bara global, di mana harga batu bara Newcastle kontrak November 2026 ditutup di US$149,55 per ton pada 2 Oktober 2026 atau naik sekitar 41,42% sejak awal tahun. Saham AADI mencatat penguatan 65,59% year to date ke Rp11.550 pada 2 Oktober 2026.

📊 Sentimen: POSITIF

Divestasi aset non-inti dengan hasil kas bersih sekitar US$700 juta memperkuat struktur permodalan dan membuka ruang pembagian dividen, sementara portofolio produksi utama tetap berada di Indonesia. Profil pendapatan yang berbasis dolar Amerika Serikat menjadi nilai tambah ketika rupiah bergerak di atas Rp18.000 per dolar AS. Sentimen positif dibatasi oleh kenaikan harga saham yang sudah tajam sepanjang tahun, sehingga sebagian katalis berpotensi telah tercermin pada harga.

✅ Highlights:

• Divestasi 47,99% Kestrel Coal Group ke Yancoal rampung 1 Oktober 2026 waktu Melbourne.

• Dana bersih sekitar US$700 juta setelah pajak dan penyesuaian Sale and Purchase Agreement.

• Hasil transaksi dialokasikan untuk ekspansi domestik, dividen, dan pelunasan sebagian pinjaman grup.

• Harga batu bara Newcastle naik sekitar 41,42% year to date ke US$149,55 per ton.

• Saham AADI menguat 65,59% year to date ke Rp11.550 per 2 Oktober 2026.

⚠️ Risiko:

• Harga saham sudah naik 65,59% year to date sehingga risiko koreksi teknikal meningkat.

• Tekanan jual pasar pasca pengumuman konsultasi indeks global membuat sektor komoditas rentan koreksi.

• Rincian alokasi dana divestasi per pos penggunaan belum diungkapkan secara lengkap.

• Harga batu bara global dapat berbalik turun bila permintaan China melemah.

• Fluktuasi nilai tukar rupiah memengaruhi konversi pendapatan dolar ke rupiah.

📰 Sumber: CNBC Indonesia, 1 Oktober 2026, AADI Rampungkan Divestasi Tambang Kestrel ke Yancoal, Raup Rp14,5 T; Monitor Indonesia, 4 Oktober 2026, Saham AADI Melejit 65%, ADRO Ikut Terbang di Tengah Reli Batu Bara; Metro TV, 1 Oktober 2026, Rampungkan Divestasi Kestrel, Adaro Andalan Indonesia Fokus Ekspansi Bisnis Domestik